Warta

Buku Nasaruddin Umar: Jalan Cinta Menuju Perdamaian Dunia Resmi Diluncurkan

Jakarta – Rukun Festival 2026 menjadi panggung lahirnya salah satu karya intelektual penting tentang agama, kemanusiaan, dan perdamaian global melalui peluncuran buku Nasaruddin Umar: Jalan Cinta Menuju Perdamaian Dunia di The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower, Jakarta. Buku setebal lebih dari 260 halaman ini menghimpun refleksi multidisipliner dari para akademisi mengenai pemikiran, kepemimpinan, dan diplomasi perdamaian Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama Republik Indonesia. Buku ini ditulis oleh Farid F. Saenong, Agussalim, Ahmad Nailul Murad, Mas’ud Halimin, Anillahi Januar Adi Pranata, Asmiati, Darlis, Ilham B. Saenong, Muhammad Amri, Muhammad Aras Prabowo, Mulawarman Hannase, dan Zainal Abidin Husain.

Ketua Tim Penulis, Farid F. Saenong, Ph.D menegaskan bahwa buku ini merupakan ikhtiar intelektual untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang berlandaskan cinta dan dialog. “Buku ini kami hadirkan bukan sekadar untuk membaca sosok Nasaruddin Umar, tetapi untuk menawarkan paradigma baru bahwa cinta adalah fondasi peradaban dan bahasa universal yang mampu mempertemukan agama, kemanusiaan, dan masa depan dunia,” katanya.

Kontributor Dr. Zainal Abidin Husain menyatakan, “Pemikiran Nasaruddin Umar mengingatkan kita bahwa kemanusiaan adalah horizon spiritual yang melampaui sekat agama, etnis, dan bangsa. Perdamaian hanya mungkin lahir ketika setiap manusia dimuliakan sebagai ciptaan Tuhan.”

Editor buku Mas’ud Halimin menambahkan, “Kami berharap buku ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya diskursus baru tentang agama sebagai energi moral yang membangun peradaban damai, inklusif, dan berkeadaban.”

Sementara itu, Ilham B. Saenong menilai karya ini memperlihatkan bahwa diplomasi agama Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan lunak (soft power) yang semakin diperhitungkan dunia. Dr. Mulawarman Hannase menegaskan bahwa pengalaman Indonesia dalam merawat keberagaman merupakan model yang relevan bagi penyelesaian konflik global. Ahmad Nailul Murad menambahkan bahwa Islam moderat harus terus diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang menghadirkan keadilan dan kasih sayang.

Kontributor Dr. Muhammad Aras Prabowo menilai pemikiran Nasaruddin Umar menghadirkan sintesis antara spiritualitas, kepemimpinan, dan diplomasi global. “Jalan cinta bukan sekadar gagasan teologis, tetapi strategi peradaban yang menjadikan agama sebagai kekuatan rekonsiliasi, pembangunan perdamaian, dan solidaritas kemanusiaan dunia.”

Senada dengan itu, Dr. Darlis, KUMI. menyebut buku ini sebagai dokumentasi penting bagi perkembangan studi Islam kontemporer Indonesia, sedangkan Dr. KUMI. Muhammad Amri, KUMI. menekankan bahwa generasi muda memerlukan narasi keagamaan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan kemaslahatan global.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan pesan utama buku tersebut. “Tidak ada perdamaian yang bertahan lama jika tidak dibangun di atas cinta. Agama harus hadir sebagai energi moral yang menumbuhkan kasih sayang, keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Semoga buku ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif membangun peradaban dunia yang lebih damai, lebih berkeadaban, dan lebih penuh kasih.”

Peluncuran Buku Nasaruddin Umar: Jalan Cinta Menuju Perdamaian Dunia ini menjadi salah satu agenda utama Rukun Festival 2026, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat diplomasi agama, moderasi beragama, dan gerakan perdamaian dunia yang berakar pada nilai-nilai cinta, kemanusiaan, dan persaudaraan universal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com